1. diturunkan ketika sahabat2 Nabi akan hijrah dari Mekkah menuju negeri Kristen di Habash.
2. adalah surat yang menjadi tempat bertemunya kata Adam dan Isa, masing dalam bentuk kata yang ke-19 di dalam Al-Quran.
3. Adam a.s. dan Isa a.s. sama-sama diciptakan tanpa proses reproduksi normal. (Ali Imran-59)
4. kata Adam dan Isa sama-sama 25 kali disebut di dalam Al-Quran, surat Maryam memiliki 25 nomor ayat bilangan prima,
kata Maryam pada ayat ke-34 merupakan kata Maryam yang ke-25 yang disebutkan dalam Al-Quran,
kata Maryam disebut 34 kali dalam Al-Quran.
5. kata Allah disebut pertama kali dalam surat ini pada ayat-30 (bilangan komposit ke-19), kata Allah disebutkan 8 kali
dalam surat ini, kata Allah disebut 2.698 (19x142) dalam Al-Quran.
6. dalam Matematika angka 8 dan angka 19 saling terhubung yakni sebagai bilangan komposit dan bilangan prima kembar.
bilangan komposit ke-152 adalah 198 dimana 152 = 19x8, tak kalah unik dengan jumlah ayat Al-Quran 114 dimana
bilangan prima ke 114 adalah 619, kita tahu bahwa 114 = 6x19.
Arifin Muftie-Matematika Alam Semesta
semoga bermanfaat, salam DAHSYAT Matematika ^^
2. adalah surat yang menjadi tempat bertemunya kata Adam dan Isa, masing dalam bentuk kata yang ke-19 di dalam Al-Quran.
3. Adam a.s. dan Isa a.s. sama-sama diciptakan tanpa proses reproduksi normal. (Ali Imran-59)
4. kata Adam dan Isa sama-sama 25 kali disebut di dalam Al-Quran, surat Maryam memiliki 25 nomor ayat bilangan prima,
kata Maryam pada ayat ke-34 merupakan kata Maryam yang ke-25 yang disebutkan dalam Al-Quran,
kata Maryam disebut 34 kali dalam Al-Quran.
5. kata Allah disebut pertama kali dalam surat ini pada ayat-30 (bilangan komposit ke-19), kata Allah disebutkan 8 kali
dalam surat ini, kata Allah disebut 2.698 (19x142) dalam Al-Quran.
6. dalam Matematika angka 8 dan angka 19 saling terhubung yakni sebagai bilangan komposit dan bilangan prima kembar.
bilangan komposit ke-152 adalah 198 dimana 152 = 19x8, tak kalah unik dengan jumlah ayat Al-Quran 114 dimana
bilangan prima ke 114 adalah 619, kita tahu bahwa 114 = 6x19.
Arifin Muftie-Matematika Alam Semesta
semoga bermanfaat, salam DAHSYAT Matematika ^^
1. Angka 5 (kewajiban shalat dalam satu
hari) dan 17 (jumlah rakaat) adalah bilangan prima. Angka 17 adalah
bilangan prima kembar, pasangan bilangan 19.
2. Digit tiap rakaat sembahyang merupakan cerminan kodetifikasi angka 19, dengan jumlah tetap 17, dimulai dari awal yaitu subuh.
24434 = 19 x 7286, di mana: 2 + 4 + 4 + 3 + 4 = 1 + 2 + 8 + 6 = 17
2. Digit tiap rakaat sembahyang merupakan cerminan kodetifikasi angka 19, dengan jumlah tetap 17, dimulai dari awal yaitu subuh.
24434 = 19 x 7286, di mana: 2 + 4 + 4 + 3 + 4 = 1 + 2 + 8 + 6 = 17
3. Kata shalat yang ke-19 dari 99 kali penyebutan, diletakkan dalam urutan surat dan ayat yang ke-17.
4. Kodetifikasi juga ditunjukkan dengan bentuk 17 ayat pertemuan kata Allah dengan kata shalat dalam al-Qur'an. Dalam 17 ayat tersebut terdapat 19 kata shalat.
5. Kata shalat ke-19 dari urutan belakang; di surat 2 ayat 83 berhubungan dengan struktur kalimat basmallah, dan struktur surat-surat fawatih. Ayat tersebut "kebetulan" terdiri dari 29 kata. Enkripsi terlihat bila nomor surat, ayat, dan banyaknya kata dalam ayat dijumlahkan:
2 + 83 + 29 = 114 atau (19 x 6)
Muhammad saw kembali dari perjalanan malam, Isra' Mi'raj, dengan petunjuk Ilahi yang tegas tentang kewajiban shalat:17 rakaat sehari. Kewajiban ini diketahui oleh kaum Muslim dari generasi ke generasi. Barangkali yang tidak diketahui adalah bahwa bilangan 17 ini "dikodekan" dalam nomor Surat al-Isra', yaitu nomor 17.
Arifin Muftie -- Matematika Alam Semesta
semoga bermanfaat ^^
4. Kodetifikasi juga ditunjukkan dengan bentuk 17 ayat pertemuan kata Allah dengan kata shalat dalam al-Qur'an. Dalam 17 ayat tersebut terdapat 19 kata shalat.
5. Kata shalat ke-19 dari urutan belakang; di surat 2 ayat 83 berhubungan dengan struktur kalimat basmallah, dan struktur surat-surat fawatih. Ayat tersebut "kebetulan" terdiri dari 29 kata. Enkripsi terlihat bila nomor surat, ayat, dan banyaknya kata dalam ayat dijumlahkan:
2 + 83 + 29 = 114 atau (19 x 6)
Muhammad saw kembali dari perjalanan malam, Isra' Mi'raj, dengan petunjuk Ilahi yang tegas tentang kewajiban shalat:17 rakaat sehari. Kewajiban ini diketahui oleh kaum Muslim dari generasi ke generasi. Barangkali yang tidak diketahui adalah bahwa bilangan 17 ini "dikodekan" dalam nomor Surat al-Isra', yaitu nomor 17.
Arifin Muftie -- Matematika Alam Semesta
semoga bermanfaat ^^
-salam dahsyat Matematika-
“ … dan Dia
menghitung segala sesuatu satu persatu.” (Q.S. al-Jinn:28)
Hanya 30 bilangan saja yang disebut alQur'an, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7,
8, 9,10,11,12,19,20,30,40,50,60, 70, 80, 99, 100, 200, 300, 1.000, 2.000,
3.000, 5.000, 50.000, dan 100.000. Jumlah angka tersebut 162.146
atau (19 x 8.534)
Paling menarik, penyebutan angka 30 dalam al-Qur'an hanya dua kali, yaitu
diposisikan pada Surat al-A'raf, "tempat tinggi”, (QS 7: 142) dan Surat
al-Ahqaf, "bukit-bukit pasir", (QS 46: 15). Jika dihitung jumlah
digit nomor surat dan nomor ayatnya, maka jumlahnya adalah 7 + 1 + 4 + 2 + 4 +
6 + 1 + 5 = 30. Luar biasa, bukan?
Lalu mengapa angka 19 yang menonjol? Menurut mufasir modern, angka 19
berhubungan dengan kata Wahid dalam al-Qur'an atau berhubungan
dengan simbol ke-Esa-an Tuhan, di mana jumlah nilai gramatikalnya W = 6, A = 1,
H' = 8, D = 4, total 19. Dari segi bahasa, kata wahida, berasal dari
kata wahada yang berarti "tak terbilang" atau "awal dari
bilangan". Kata Wahid dalam al-Qur'an disebut 20 kali, tetapi yang berhubungan
dengan "Ke-Esa-an Tuhan" hanya 19 kali. Sisanya 1 kali, menyatakan
bilangan yang berarti satu. Dengan demikian, beberapa mufasir ahli matematika,
seperti Dr. Tariq, berpendapat bahwa angka 19 ini bisa diartikan simbol atau cap keesaan
Tuhan. Dari sisi struktur
bilangan, pola 19 + 1 mengingatkan kita akan struktur asam amino pada DNA
manusia: 19 simetris berpasangan dan 1 asimetris tidak berpasangan.
Kupikir benar kata Galilea (1564-1642 M), “ Matematika adalah bahasa Tuhan ketika Dia menulis alam semesta.” ^^
Salam dahsyat Matematika!
Jalan Ini…
Al-Islamu ya’lu wa la yu’la ‘alaih,
Islam itu tinggi dan tidak ada yang melebihi ketinggiannya.
Sungguh, terlalu indah kata teruntai,
betapa bijak dan indah rangkaian kata terucap,
hingga aku mengira terdapat ruh dalam setiap kata,
sejatinya hanya rangkaian kata biasa,
lalu, apa yang membuat ia begitu hidup?
Lama, sunyi, tiada jawab.
Aku terus melangkah, jauh dan semakin jauh,
Kubiarkan segala tanya terikat, masih tanpa jawab,
Aku makin tak tentu arah,
Tiada lagi orientasi, yang tersisa hanyalah sirnanya asa.
Adakah jalan yang kutempuh benar?
Sungguhkah terdapat kemuliaan di setiap jejaknya?
Kekecewaan, keputusasaan, dan kesedihan tiada lelah menaungi hati yang gelisah,
Kegelisahan yang meremukkan jiwa ketika diri ini tiba di persimpangan jalan,
Aku pun sadar, inilah waktu yang tepat untuk memutuskan,
Kelanjutan arah dari perjalanan ini,
Aku pun mengerti, harus ada yang terkorbankan,
Satu untuk yang lain.
Kaki ini mulai melangkah kembali,
Belaian anginnya masih sama seperti yang kemarin, hanya saja sekarang terasa lebih lembut,
Kerikilnya masih sama seperti yang kemarin, hanya saja sekarang terasa lunak ketika telapak kaki menyentuhnya,
Jalan ini pun masih mendaki seperti yang kemarin, hanya saja sekarang terasa lebih landai,
Senyatanya ini memanglah jalan yang kulalui kemarin,
Sejatinya aku tak mengubah arah sederajatpun,
Sesungguhnya akupun tahu, aku tak dapat mundur ataupun berganti arah lagi.
Benar, aku sedih atas sesuatu yang mesti terkorban,
Tak salah, akupun meneteskan air mata melepasnya,
Namun, bukankah Islam terlalu tinggi untuk dibandingkan dengan sesuatu yang rendah?
Dan ini benar.
Bukankah kemuliaan Islam takkan nyata tanpa pengorbanan dari mujahidnya?
Dan ini benar.
Maka, suatu keniscayaan bahwa jalan yang kutempuh adalah benar.
Dan kuyakin, inipun benar.
thanks for reading
TEMPO Interaktif, California - Google kembali meluncurkan inovasi terbaru untuk mesin pencarinya yang mungkin akan disambut hangat oleh para penggemar matematika. Dengan fitur baru dalam kalculator ini, sekarang pengguna dapat membuat grafik matematika hanya dengan memasukkan fungsi matematika dalam kolom pencarian.
Dikutip dari Techradar, Selasa, 6 Desember 2011, Engineer Google, Adi Avidor menjelaskan dalam blog resmi Google, bahwa pengguna dapat memperbesar dan menggeser grafik ini agar dapat mendalaminya dengan lebih teliti.
"Pengguna juga dapat menggembar beberapa fungsi sekaligus dengan cara memisahkannya dengan koma," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa fitur ini mampu menyelesaikan grafik untuk trigonometri, eksponensial, hingga logaritma. Fitur ini disebutkan dapat beroperasi di berbagai browser yang ada saat ini.
Avidor berharap fitur ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi para penggemar matematika, seperti saat ia pertama kali melihat kalkulator yang memiliki fitur pembuat grafik.
"Saat itu aku terkejut melihat betapa gampangnya alat itu menyelesaikan fungsi yang rumit, sementara kami harus bersusah payah menggambar grafik dengan tangan," ujarnya.
Terakhir, dalam tulisan berjudul 'Berikan Cinta untuk Penggemar Matematika' ini, Avidor juga menunjukkan satu grafik menarik berbentuk hati, hanya dengan memasukkan fungsi
"(sqrt(cos(x))*cos(200*x)+sqrt(abs(x))-0.7)*(4-x*x)^0.01, sqrt(9-x^2), -sqrt(9-x^2)"
dalam kolom pencarian.
TECHRADAR |RATNANING ASIH
Dikutip dari Techradar, Selasa, 6 Desember 2011, Engineer Google, Adi Avidor menjelaskan dalam blog resmi Google, bahwa pengguna dapat memperbesar dan menggeser grafik ini agar dapat mendalaminya dengan lebih teliti.
"Pengguna juga dapat menggembar beberapa fungsi sekaligus dengan cara memisahkannya dengan koma," ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa fitur ini mampu menyelesaikan grafik untuk trigonometri, eksponensial, hingga logaritma. Fitur ini disebutkan dapat beroperasi di berbagai browser yang ada saat ini.
Avidor berharap fitur ini dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi para penggemar matematika, seperti saat ia pertama kali melihat kalkulator yang memiliki fitur pembuat grafik.
"Saat itu aku terkejut melihat betapa gampangnya alat itu menyelesaikan fungsi yang rumit, sementara kami harus bersusah payah menggambar grafik dengan tangan," ujarnya.
Terakhir, dalam tulisan berjudul 'Berikan Cinta untuk Penggemar Matematika' ini, Avidor juga menunjukkan satu grafik menarik berbentuk hati, hanya dengan memasukkan fungsi
"(sqrt(cos(x))*cos(200*x)+sqrt(abs(x))-0.7)*(4-x*x)^0.01, sqrt(9-x^2), -sqrt(9-x^2)"
dalam kolom pencarian.
TECHRADAR |RATNANING ASIH
pagi terlalu menyejukkan bagi gadis kecil dirundung malang,
BERISIK!
mengapa suara-suara ribut itu selalu menganggu baginya,
mengusik mimpi indah dalam tidur khas anak kecil.
sesekali terjaga, menangis...
tidur kembali,
kadang tersenyum tipis, merasakan kesejukan dalam dada,
tertawa sekedar, dan kembali murung dalam nyata.
ia tak pernah bisa memahami,
mengapa hidup mesti seruwet ini?
kadang senyum, tawa, cemberut, menangis....
tapi mengapa ia lebih sering menangis daripada yang lainnya?
selalu.
Langganan:
Postingan (Atom)



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact